Friday, 23 September 2016

Sinopsis Lengkap Boku Dake ga Inai Machi Episode 1-12



Anime bergenre fantasi dan misteri ini berkisah tentang seorang laki-laki bernama Satoru yang sering mengalami kejadian revival, dimana dia kembali ke waktu sebelum kejadian berbahaya terjadi, sehingga ia memiliki kesempatan untuk mencegah kejadian berbahaya itu terjadi. Hingga suatu saat ia kembali ke masa ia masih kelas 6 SD untuk mencegah terjadinya pembunuhan berantai pada 3 orang temannya dan juga mencegah pembunuhan terhadap ibunya di masa depan. Mari intip para karakter utama di anime ini:

Fujinuma Satoru. Dia adalah lelaki berumur 29 tahun yang bisa mengalami kejadian yang dia sebut sebagai revival dan memiliki kesempatan untuk mencegah terjadinya suatu kejadian berbahaya. Akhirnya Satoru bisa mencegah terjadinya pembunuhan berantai dan juga menyelamatkan nyawa ibunya di masa depan. Di akhir cerita, Satoru bekerja sebagai pengarang manga karena sejak kecil ia memiliki keinginan dalam bidang itu.

Airi Katagiri. Ia merupakan seorang gadis SMA yang bekerja di sebuah restoran pizza, satu tempat kerja dengan Satoru. Awalnya, Airi dan Satoru tidak begitu dekat, tapi setelah kejadian dimana Satoru masuk rumah sakit karena menolong anak kecil, maka dari sanalah mereka mulai akrab. Airi menjadi satu-satunya orang yang percaya bahwa Satoru tidak membunuh ibunya sendiri disaat para polisi dan orang lain menganggap bahwa Satoru adalah pembunuh ibunya. Bahkan, disaat sulit itu, Airi selalu percaya dan membantu Satoru dalam berbagai hal.

Kayo Hinazuki. Kayo Hinazuki merupakan teman Satoru di sekolah dasar yang menjadi salah satu korban pembunuhan berantai. Namun, Satoru mengalami revival dimana ia kembali ke masa SD dan dari sana ia berjuang menyelamatkan Kayo Hinazuki dan mencegah terjadinya pembunuhan tersebut. Akhirnya Satoru berhasil dan dimasa depan, Kayo Hinazuki menikah dengan Hiromi yang juga merupakan temannya Satoru dan memiliki seorang anak lelaki.

Sachiko Fujinuma. Wanita setengah baya ini adalah ibunya Satoru dimana dia dibunuh oleh pembunuh yang sama dengan pembunuh teman Satoru di masa SD. Saat Satoru kembali ke masa lalu dan berhasil mencegah terjadinya pembunuhan berantai terhadap Kayo, Aya, dan Hiromi, maka masa depanpun berubah. Pembunuhan terhadap ibunya tidak pernah terjadi. Dengan kata lain, tidak hanya berhasil menyelamatkan nyawa 3 temannya, Satoru juga telah mencegah terjadinya pembunuhan terhadap ibunya.

Menurut admin, anime ini menjadi anime terbaik yang pernah admin tonton karena ceritanya yang menarik, tidak mudah ditebak, dan juga menegangkan. Karena itu, jika kamu memiliki waktu luang dan ingin menonton anime, admin rekomendasikan untuk memilih anime ini.

Dan, bagi kamu yang belum sempat nonton dan ingin membaca sinopsis lengkapnya, maka jangan khawatir, karena disini Admin Miss Yunie akan membagikan sinopsis lengkap Boku Dake ga Inai Machi untuk kamu, mulai dari episode pertama hingga akhir cerita. Karena itu, yuk duduk dengan manis dan nikmati sinopsisnya ya.

Sinopsis Boku Dake gaInai Machi Episode 12


Sinopsis by : Yuni/zonajepangkorea.blogspot.com



Thursday, 22 September 2016

Sinopsis Boku Dake ga Inai Machi episode 12 : Episode Terakhir

Flashback.
Saat Hinazuki datang bersama bayinya untuk menjenguk Satoru dan berterimakasih kepada Satoru karena kebahagiaan yang dia rasakan saat ini adalah berkat Satoru. Satoru sudah menyelamatkan hidupnya. Saat itulah ingatan Satoru mulai berangsur pulih. Ia mulai mengingat semuanya.
Itu benar. Aku sudah menyelamatkan Hinazuki, dan setelah itu kami berusaha keras agar Aya Nakanishi dan Misato tak sendirian lagi.
Siang itu, Kenya dan Hiromi menjenguk Satoru. Kenya memperlihatkan foto Kazu yang saat ini telah menjadi tukang kayu. Kenya juga mengatakan kalau Misato rencananya juga akan menjenguk Satoru dalam waktu dekat. Satoru sedikit kaget karena selama ini ia menyangka Misato sangat membencinya. 
Boku Dake ga Inai Machi
“Tapi Misato adalah orang yang mengajukan ide pengumpulan dana untuk membantu biaya perawatanmu.” Cecar Kenya.
“Begitu, ya.”
“Saat itu, kau berusaha menyelamatkan Misato. Kau sudah mengingat semuanya, kan?” tanya Kenya.
Satoru mengangguk mengiyakan.
“Kenapa kau tak mengatakannya kepada kami?” tanya Hiromi.
“Aku tak ingin melibatkan kalian. Ini sudah 15 tahun. Semua bukti telah menghilang dan mungkin takkan ada yang percaya dengan kesaksianku.”
Untuk sesaat Kenya dan Hiromi hanya diam begitu mendengar perkataan Satoru.
“Aku sangat senang melihatmu bangun setelah 15 tahun lamanya. Tak ada yang membuatku lebih senang selain kembalinya dirimu. Karena itu, aku takkan menanyakan tentang masa lalu padamu. Kau sudah bertarung dengan baik dan aku tak mau mengejutkanmu.” Ujar Kenya. “ Tapi, jika kau mencoba bertarung sendirian lagi, ajaklah kami juga.”
Kenya juga mengatakan bahwa saat ini dia sudah mencari pengacara yang siap membantu Satoru. Dan, sebenarnya dia masih mengejar pelaku pembunuhan tersebut bersama dengan pak Sawada. Kenya juga mengatakan kalau dia sangat percaya pada Satoru karena dulu Satoru percaya padanya. Akhirnya Satoru sadar kalau ia memiliki teman yang ia percayai. Iapun mengatakan siapa pelaku sebenarnya.
“Pelakunya adalah …Yashiro.”
 ***
Di atas atap. Yashiro tersenyum licik ke arah Satoru begitu mendengar kalau ingatan Satoru sudah kembali. 
“Sudah ku duga. Saat aku mengetuk dorongan kursi ini dengan jariku sepanjang jalan tadi. Kau tau aku sudah sengaja menahan diri untuk tidak membunuhmu, kan?” Yashiro mendekatkan wajahnya ke wajah Satoru. “15 tahun lalu, kau sudah mengacaukan semua rencanaku. Dan itu sudah melebihi level yang bisa dijangkau oleh anak-anak. Seolah-olah kau bisa melihat masa depan.” Yashiro teringat dengan ucapan Satoru saat ia hendak membunuh Satoru. Yashiro! Aku mengetahui masa depanmu!

Boku Dake ga Inai Machi
Yashiro memukul dinding. “Kenapa kau bisa membaca pergerakanku? Apa maksudmu saat kau berkata kalau kau mengetahui masa depanku?” Tanya Yashiro.“Kau berniat untuk membunuhku saat kau mengetahui semuanya, kan? Aku sudah tahu. Kau menyembunyikan ponsel di balik sakumu,kan?” sambung Yashiro. “Apa kau merekam pembicaraan ini? Atau kau sedang menghubungi seseorang? Jika seperti itu, apa orang itu adalah Kenya?”
Satoru geram melihat Yashiro. Dengan terpaksa, Satoru memberikan handphone yang ia sembunyikan itu pada Yashiro.
“Kejadian 15 tahun yang lalu itu sudah kadaluarsa. Jadi, kau ingin memancingku untuk mengatakan kejahatanku yang belum kadaluarsa bukan? Tapi itu tak pernah ada.” Cecar Yashiro tersenyum licik. “Karena itu Satoru, kau takkan pernah bisa menangkapku..”
Boku Dake ga Inai Machi
“Ayahku menghilang sesaat setelah aku lahir. Karena itu, aku tak mengingat wajahnya. Tapi saat itu, pak guru bagaikan seorang ayah bagiku. Bapak sudah mengisi lubang di dalam hatiku.” Cecar Satoru.
“Aku juga sudah menunggumu sadarkan diri selama 15 tahun. Sejak kau tidak ada, aku kehilangan dorongan yang dapat menggerakkanku. Sungguh penantian yang lama sekali. Tapi..”
“Kau sudah tak sendirian lagi.Urusan kita selesai itu disaat apa? Apa saat polisi menangkapmu? Atau saat kau membunuhku?”
“Semuanya sudah dipastikan.”
“Mungkin aku yang akan menang.” Balas Satoru. “Kayo Hinazuki, Aya Nakanishi, Hiromi, dan Kak Yuuki, aku sudah menyelamatkan mereka. Ibuku yang akan kau bunuh di masa depan juga sudah kuselamatkan.”
“Ku bunuh di masa depan?” tanya Yashiro heran. “Satoru, apa yang kau..”
“Alasan kenapa aku bisa mengacaukan rencanamu adalah karena aku sudah melihat masa depanmu. Karena itu, aku bisa melindungi semuanya.”
Yashiro mengatakan kalau dia bisa membunuh Satoru kapan saja. Satoru memprotes dan mengatakan kalau selama ini kenyataannya Yashiro telah membiarkannya hidup. Itu semua karena Yashiro membutuhkannya.
Boku Dake ga Inai Machi
“Akulah alasanmu untuk tetap hidup. Aku adalah harapanmu. Aku yang sudah mengisi lubang dihatimu. Aku yang akan menang, pak!” Cecar Satoru yang membuat Yashiro geram dan marah.
“Kali inipun, aku yang akan menang!” teriak Satoru. Satoru dengan cepat memutar kursi rodanya  ke tepi atap. Seperti berencana untuk bunuh diri.
Boku Dake ga Inai Machi
Satoru berada di udara saat Yashiro mencoba menangkap dan menahan kursi rodanya agar Satoru tidak jatuh.
“Kau takkan bisa membunuhku, pak!’
Yashiro tampak mengeluarkan sekuat tenaganya untuk menahan Satoru agar tidak jatuh dari atap.
“15 tahun itu sangat lama, ya? Bagiku yang tertidur itu sangat cepat. Tapi bagi pak guru, itu pasti penantian yang sangat panjang.”

Boku Dake ga Inai Machi

Ada flashback dimana Yashiro sering mengunjungi dan menemani Satoru yang belum sadarkan diri di rumah sakit. Yashiro juga memperhatikan Satoru dari jauh saat Satoru dibawa ke taman oleh dokter.
Bapak hidup juga karena aku. Bapak merasa seperti hidup.
Satoru mengatakan kalau meskipun Yashiro sudah membunuh temannya, namun saat ini dia tidak merasa benci pada Yashiro.  Dan, di dunia ini, yang mengetahui jati diri Pak Yashiro sebenarnya adalah Satoru.
Air mata Yashiro berlinangan. “Itu benar. Satoru, aku tak bisa..” Yashiro dengan berat melepaskan kursi roda itu hingga Satoru terjatuh ke bawah “…aku tak bisa  hidup tanpamu.” Cecar Yashiro. Ia berdiri di tepi atap dan berencana untuk bunuh diri menyusul Satoru. Tapi ia mengurungkan niatnya begitu melihat Satoru mengambangkan senyuman kemenangan di atas matras busa.
Boku Dake ga Inai Machi

Ibu Satoru, Kenya, pak Sewada dan juga Hiromi tampak melihat ke arahnya dari bawah.
Boku Dake ga Inai Machi
Yashiro tertawa sendiri begitu menyadari kalau dia sudah dijebak oleh Satoru.
Yashiro kemudian ditangkap oleh polisi karena melakukan percobaan pembunuhan. Satoru dan teman-temanya tampak senang. Perjuangan Satoru sebagai pahlawan akhirnya berakhir. Ia telah menyelamatkan sahabat dan juga ibunya dari upaya pembunuhan.
Aku kehilangan kehidupanku mulai dari umur 11 sampai 25 tahun. Tapi waktu yang hilang itu bagaikan harta karun bagiku. Di kota tanpa adanya diriku saja, teman-temanku menghabiskan waktu berharganya bersamaku. ***
Satoru meminta pamit untuk liburan kepada lelaki yang merupakan pemilik tempat dimana dia  bekerja. Satoru berencana pergi ke Hokkaido menemui teman-teman lamanya.Saat ini dia bekerja sebagai seorang pengarang manga, dan entah kenapa sejak kejadian itu ia tidak pernah mengalami pengulangan lagi.
Satorupun sampai di tempat di mana dia menghabiskan banyak waktu berharga bersama teman-temannya. Mereka berkumpul dan tertawa bersama. Osamu, Kenya, Hiromi, Hinasuki, Misato. tak lupa, Satoru juga melihat sekolah dan berbagai tempat yang sudah lama dia tinggalkan. 
Boku Dake ga Inai Machi
Suatu hari, Satoru pergi ke bawah jembatan, tempat dimana dulu dia pernah duduk bersama Airi setelah peristiwa kebakaran itu. Begitu hendak pulang ia melihat seorang gadis berlari ke arahnya.
Boku Dake ga Inai Machi
Gadis itu mengibas-ngibaskan salju yang melekat di jaket dan bajunya. “Bolehkah aku berteduh dari salju bersamamu?” ucapnya sambil tersenyum.
Boku Dake ga Inai Machi

Satoru sedikit kaget melihat gadis itu. Gadis itu...Airi Katagiri.
Satoru tersenyum haru.
TAMAT

Sinopsis Boku Dake ga Inai Machi episode 11


Tahun 2003.
Ibu Satoru tampak menjalani kehidupan sehari-harinya dengan sedikit berat. Ia bekerja, memasak, dan..memikirkan Satoru. Suatu waktu, Ia masuk ke kamar dan menangis melihat seorang anak laki-laki diam seakan membeku di tempat tidur. Laki-laki itu, Satoru. ***
Di rumah sakit.
“Ya, ini mengejutkan. Kamu bisa tertidur sampai 15 tahun.” Cecar dokter setelah memeriksa kondisi Satoru.
“Lima bbe..belas tahun?” ucar Satoru dengan sedikit terbata-bata. 
Sepertinya ibuku menghabiskan waktu sekitar 4 jam dalam sehari untuk merawat tubuhku selama 15 tahun. Dalam tiga tahun terakhir, dia menggunakan perangkat EMS, untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu aku terbangun. Dia merawat sendi dan ototku. Dari anak kelas lima yang hanya memiliki tinggi 139 cm, menjadi seseorang yang memiliki tinggi 169 cm. Dr. Kitamura berkata kalau ini semua berkat ibuku dan ini adalah kejadian yang tak masuk akal.
Boku Dake ga Inai Machi
“Sekarang, Satoru, mungkin ini adalah saatnya. Tolong jawab pertanyaanku yang selanjutnya. Apa hal terakhir yang kau ingat sebelum kau tertidur?” tanya Dr. Kitamura
“Hal terakhir yang kuingat…’ Satoru merasa bingung. Ia merasa ingatannya seperti terhalang dan terkunci di balik pintu yang kokoh. Ia bahkan tidak mengetahui siapa dirinya sebenarnya?
Suatu pagi, ada dua orang tamu untuk Satoru. Mereka adalah Kenya dan Sugita Hiromi. 
Boku Dake ga Inai Machi
Kenya Kobayashi dan Hiromi Sugita adalah teman terdekatku. Sekarang Kenya sudah menjadi pengacara dan Hiromi sudah menjadi dokter. Aku membicarakan hal-hal kecil bersama mereka. Sepertinya Kenya ingin mengatakan sesuatu padaku. Tapi sepertinya ibuku sudah memberi peringatan yang keras. Karena itu, kami cuma sebatas ngobrol. Ada banyak hal yang ingin kutanyakan padanya tapi ibuku berusaha untuk menghindari topik yang berkaitan dengan masa laluku….jika itu yang diinginkan ibuku, sepertinya aku tak perlu mengingat masa lalu.
Suatu hari, Hinazuki bersama bayinya datang menjenguk Satoru ke rumah sakit. Satoru tidak bisa membendung air matanya, “Selamat, Kayo.”
Ternyata Hinazuki Kayo sudah menikah bersama dengan Hiromi dan melahirkan seorang anak laki-laki. Satoru mengatakan kalau Hiromi tampak ingin membicarakan sesuatu padanya, mungkin itu tentang anaknya.
Boku Dake ga Inai Machi
“Satoru, jujur saja. Kami merasa tidak nyaman. Apa tidak masalah kalau hanya kami yang berbahagia?” cecar Hinazuki lirih. “Mungkin kami juga menjadi salah satu penyebab atas keadaaanmu.” Tambahnya.
”Kayo, takdirku adalah milikku. Kau tidak perlu merasa bertanggungjawab. Aku seperti ini pasti karena akulah yang mengharapkannya.” Satoru meyakinkan.
Meski begitu, Hinazuki merasa berterimakasih karena semua kebahagiaan yang saat ini dialaminya adalah berkat Satoru.
Satoru diam dan mencoba mengingat. Melihat Hinazuki yang berterimakasih, sebenarnya apa yang sudah dia lakukan dulunya?
Saat siang, Dr. Kitamura kembali melakukan cek up. Satoru menanyakan kapan ia kira-kira bisa berjalan seperti orang lain karena ia ingin segera pergi keluar. Dokter itu mengatakan kalau semuanya tergantung Satoru. Maka, sejak itu, Satoru berusaha keras untuk berlatih berjalan dan ia berhasil menunjukkan peningkatan yang cukup drastis meskipun belum sepenuhnya pulih.
Boku Dake ga Inai Machi

Kenya datang bersama dengan Pak Sawada. Satoru mengucapkan salam kenal karena ia tidak mengenal Pak Sawada di tahun ini.
“Aku mantan teman kerja ibumu. Sebelum kamu masuk SD kita sempat bertemu beberapa kali.”
Boku Dake ga Inai Machi
“Itu 20 tahun yang lalu, mana mungkin dia mengingatnya.” Sambung ibunya. Sangat jelas terlihat kalau ibunya berusaha untuk menjauhkan Satoru dari kata-kata yang bisa membuat Satoru mengingat semuanya lagi.
Saat pulang, Pak Sawada dan Kenya mengatakan kalau mereka sudah menunggu ini selama 15 tahun. Tapi untuk sekarang mereka tidak perlu buru-buru dan lakukan dengan perlahan-lahan saja. Mungkin maksud Pak Sawada dan Kenya adalah tentang pelaku penculikan dan pembunuhan itu.
Boku Dake ga Inai Machi
Suatu siang, Satoru berkeliling dengan kursi roda dan ia bertemu dengan seorang pasien anak kecil bernama Kumi. Anak kecil itu mengatakan kalau ia takut karena dua minggu lagi ia akan dioperasi.
Di lain sisi tampak dua orang wartawan mengendap-endap mengambil foto Satoru untuk dijadikan sebuah berita. Namun, tiba-tiba seorang pria berstelan berjas mengambil kameranya dan mengatakan kalau mereka bisa dipenjara karena pencemaran nama baik dan pelanggaran hak privasi. Lelaki itu menyuruh para wartawan pergi sebelum dia dipenjarakan. Pria berstelan jas itu kemudian menghampiri Satoru.
“Tuan Nishizono! Halo,” ucap si gadis kecil. Tampaknya gadis kecil itu sudah mengenal lelaki yang memaki jas itu.
Boku Dake ga Inai Machi
Pria itu tersenyum ke arah Kumi dan kemudian menuju ke depan Satoru. Ia mengatakan apakah Satoru masih mengenalnya. Ia membuka topi dan kacamatanya, “Itu lo, aku adalah wali kelasmu sat kelas lima SD. Gaku Yashiro.”
Ternyata pria berstelan jas itu adalah Yashiro. Yashiro mengatakan kalau saat ini namanya Nishizono.
Satoru menanyakan kenapa ia merubah namanya.Yashiro menjawab kalau dia menikah dan diadopsi menjadi anak oleh keluarga istrinya. “Ayah mertuaku telah menjadi angota dewan kota selama bertahun-tahun, tapi dia meninggal tiga tahun yang lalu.”
Yashiro yang berganti nama menjadi Nishizono itu juga mengatakan kalau pemilik rumah sakit ini adalah kenalannya juga. 
 “Hari ini anda repot-repot datang ke sini hanya untuk menjengukku?”
“Aku sudah menunggumu sadarkan diri selama 15 tahun.”
“Ah, terimakasih.”
“Kamu pasti sudah mengalami berbagai macam hal.”
Satoru meminta maaf karena ia belum ingat masa lalunya.
“Lebih baik kamu mengingatnya perlahan-lahan saja.” Ucap Yashiro dengan senyuman kecil.
Sejak saat itu, Yashiro lebih sering ke rumah sakit dan mengobrol bersama Satoru dan Kumi.
Suatu sore, Satoru hendak mengunjungi Kumi karena besok adalah jadwal operasinya. Tapi sebelum kesana, Satoru mengatakan kalau kebetulan ia ingin membicarakan satu hal kepada pak Yashiro. Pria itu tersenyum dan mengajak Satoru untuk bicara di tempat lain. Tempat lain yang sempurna.
Boku Dake ga Inai Machi
Ia membawa Satoru ke lift gudang rumah sakit dan naik ke atas atap. Yashiro mengatakan kepada Satoru untuk tidak memberitahu siapa-siapa karena sebenarnya tak ada yang boleh ke atap rumah sakit.
“Aku jadi teringat saat kamu, Kenya dan Hiromi sering bilang, “Ayo kita pergi ke tempat persembunyian” Itu markas rahasia kalian, kan?” cecar Yashiro.
Boku Dake ga Inai Machi
“Yashiro..” Satoru menatap dengan tatapan tajam ke arah pria itu. “Ingatanku…,sudah kembali!”

Sinopsis Boku Dake ga Inai Machi episode 10


Kehidupan asliku, 1988. Kayo, Hiromi, dan Aya Nakanishi telah menghilang dan tubuh mereka telah ditemukan. Aku menyalahkan diriku karena tak bisa menyelamatkan mereka. Aku berusaha untuk melupakan semua itu. Dan, yang tersisa hanyalah lubang besar di hatiku.
Satoru, Hiromi dan juga Kenya menyapa Aya Nakanishi yang tengah membaca. Satoru memulai pembicaraan dengan memperkenalkan diri, begitu juga Kenya dan Hiromi.
Aya terlihat bingung dan mengatakan apakah sebelumnya mereka pernah bertemu. Satoru mengatakan kalau mereka belum pernah bertemu, namun Satoru tau kalau Aya suka bermain piano. Agar terlihat lebih akrab, mereka kemudian menyakan apa buku yang dibaca Aya.
“Aku sepertinya pernah melihatmu sebelumnya!” Aya tampak ingat kalau pernah melihat Satoru. “ Kau adalah anak yang selalu menyelinap ke dalam bangunan di seberang sungai ya?” terkanya.
“Jadi, tempat persembunyian terlihat jelas dari sini ya?” ucap Satoru pada dirinya sendiri.
“Persembunyian?” tanya Aya. “Dasar kekanak-kanakan!” sambungnya yang membuat Kenya tampak kesal.
Boku Dake ga Inai Machi
Aya dengan jutek menambahkan, “Anak laki-laki itu selalu menyelinap ke dalam sebuah bangunan lalu menganggapnya sebagai tempat persembunyian. Kalian pasti sedang bermain pahlawan-pahlawan, kan?”
Kini Satoru yang semakin kesal dengan sikap dingin gadis itu. “Jangan mengejek para pahlawan!” teriaknya.  Hiromi dengan cepat menenangkan Satoru.
Dengan cuek, Aya kemudian meninggalkan mereka bertiga yang masih tampak kesal.
Kazu yang dari tadi menguping dengan cepat menghalang Aya. Tampaknya ia juga tidak terima kalau Aya mengatakan tempat persembunyian adalah kekanak-kanakan.
“Apa yang kau inginkan?” Tanya Aya.
Boku Dake ga Inai Machi
 “Persembunyian, adalah semangat petualangan para laki-laki!” teriak Kazu dengan penuh percaya diri.
Wajah Aya terlihat memerah.
“Jika kau sedang luang, mampirlah ke tempat persembunyian Kami! Kalau kau melakukannya, kau pasti mengerti!” tambah Kazu.
“Kalian semua aneh!” ucap Aya kemudian berlari meninggalkan mereka.
Besok siangnya, Satoru dan kawan-kawan tengah berada di dalam tempat persembunyian tepi sungai (bukan tempat menyembunyikan Hinazuki waktu itu). Saat itu, Satoru masih memikirkan bagaimana cara mendekati Aya karena melihat kejadian kemaren pasti Aya tidak mau lagi berbicara denganya. 
Ia kemudian mengintip dari jendela untuk melihat Aya di seberang sungai sana. Belum sempat ia mengintip, tiba-tiba seseorang membuka pintu dengan keras hingga Satoru dan kawan-kawan kaget.
“Aku  punya waktu luang, jadi aku datang untuk melihat tempat persembunyian kalian.” Ucap Aya di depan pintu. Ekspresinya masih terlihat cuek.
Boku Dake ga Inai Machi
Kazu dengan cepat berdiri dari tempat duduknya. “Selamat datang di tempat persembunyian kami!”
Sejak saat itu, mereka, termasuk Aya sering ngumpul dan bercanda bersama di tempat persembunyian. Sehingga tidak ada waktu bagi Aya untuk menyendiri.
Aya Nakanishi, Hiromi Sugita, dan Kayo Hinazuki. Penculik itu memang akan membunuh ketiga anak itu. Tapi, kali ini dia pasti takkan bisa menyentuh mereka.Tapi, tanpa adanya sebuah petunjuk apa aku bisa menemukan penculik itu?
Boku Dake ga Inai Machi
Tahun 2006, Pak Sawada berkata kalau ibuku tahu siapa pelaku yang sebenarnya. Kemungkinan dia adalah orang yang ibu kenal di tahun 1988. ….setelah kehilangan targetnya, pelakunya pasti akan mencari target pengganti.
Siang itu, Hiromi mengatakan kepada Satoru kalau Misato tempak menyendiri setelah peristiwa hilangnya uang makan pada waktu itu. Kenya dan anak-anak lain ternyata juga menyadari perubahan sikap Misato. Siang itu, Misato pergi ke pertandingan Hoki Hamada sendirian. Satoru mengikutinya kesana dan melihat Misato tampak duduk sendirian. 
Selain itu, karena penculik itu sudah kehilangan dua targetnya sekaligus, apa dia adalah pengganti targetnya?
Tiba-tiba dia melihat Misato pergi ke toilet. Beberapa lama ia menunggu di depan toilet, tapi Misato tak kunjung keluar. Tiba-tiba pak Yashiro menemuinya dan mengatakan kalau Misato sudah pergi. Satoru dengan cepat pergi ke depan gedung dan melihat mobil keluarga kak Yuuki baru jalan. Satoru kemudian mengajak pak Yashiro untuk mengikuti mobil itu. 

Boku Dake ga Inai Machi
Dalam mobil, Satoru menceritakan tentang anggapannya tentang adanya penculik di kota itu. Jadi, Satoru dan kawan-kawan mengajak bicara anak-anak wanita yang penyendiri dan mengajaknya bermain untuk mencegah kasus penculikan itu.
Saat itu, Yashiro dan Satoru bercerita tentang banyak hal. Satoru tiba-tiba membuka kotak yang waktu itu banyak permen. Saat ia membukanya, ia tidak mendapati satu permenpun.
“Terimakasih Satoru, tapi tak ada permen di sini. “ cecar Yashiro sambil mengetuk-ngetukkan jarinya ke stir mobil. “Soalnya, ini bukan mobilku.” tambahnya terdengar lebih tebal. 

Satoru merasa ada yang aneh. Satoru perlahan melihat ke arah pria itu.
Boku Dake ga Inai Machi
Pria itu tampak tersenyum licik.
“Apa maksud bapak ini bukan mobilmu?” tanya Satoru sedikit takut.
“Momen paling membahagiakan, apa menurutmu itu bisa didapatkan berulang kali?” Yashiro masih tersenyum. “Bagiku, itu terjadi lagi hari ini. Saat kau bisa mengisi kekosongan hatimu, itu adalah momen paling membahagiakan. Menemukan apa yang kau cari, lalu mendapatkannya. Semakin sulit kau dapatkan, semakin membahagiakan saat kaudapatkan.”
Bicara apa dia ini!? Dia membicarakan soal apa? Bisik Satoru dalam hati. Satoru melihat obat pencuci perut dalam kotak permen tersebut.
“Satoru, kau berbohong satu hal pada bapak. Kau tadi bilang kalau kau baru beranggapan ada penculik di kota ini, tapi sebenarnya kau tahu itu benar adanya dan melakukan tindakan pencegahan. Aku menolak untuk menerimanya.”
Boku Dake ga Inai Machi
Perkataan pak Yashiro semakin aneh dan menakutkan.

“Aku menolak untuk menerimanya. Tidak, aku tak ingin mempercayainya, kalau ada seseorang yang bisa mencegah tindakanku.”
Satoru kaget mendengar apa yang diucapkan wali kelasnya itu.
Tiba-tiba, Yashiro membelokkan mobilnya dan menjauhi mobil keluarga Yuuki. “Tenang saja, disana tidak ada Misato. Yang ada hanya ayah Jun Shiratori yang mengendarainya.”
Satoru terlihat geram ke arah pria yang selama ini diyakininya sebagai pria baik itu.
“Aku tak menyadari sama sekali sebelum aku melihatmu membuntuti Aya Nakanishi. Hari dimana aku mengantar kau dan ibumu pulang, itu adalah hari di saat aku ingin mengeksekusinya. Tapi itu sangat menggelikan bukan? Disaat kau sedang berusaha merampas mangsaku, aku malah serius menjawab seluruh pertanyaanmu.”
Yashiro tertawa besar. “Itu adalah kedua kalinya kau menggagalkan rencanaku. Di saat itulah aku percaya kalau itu bukan kebetulan. Karena Misato dikucilkan oleh temannya, aku menyuruhnya untuk menonton pertandingan Hoki, lalu aku memberitahu Hiromi soal itu. Satoru, jika kau muncul, kecurigaanku berarti benar. Kalau kau adalah musuhku!”
Boku Dake ga Inai Machi
Perasaan marah dan takut menjadi satu dirasakan oleh Satoru. Ia menatap pria disampingnya dengan penuh kebencian. Ini tidak mungkin!
Aku sudah memperkirakan waktu yang tepat untuk memberi Misato minuman yang sudah dicampur obat pencuci perut. Aku juga memesan makanan dari Shiratori.” Yashiro menyambung ceritanya yang membuat Satoru semakin tidak percaya.
Ini tidak mungkin !
“Semua kepingan puzzle sudah masuk sesuai dengan yang kurencanakan. Inilah diriku sebenarnya. Aku juga mengganti mobil ini sebelum menjalankan rencana ini. Standarku dalam memilih mobil sedikit berbeda dengan orang-orang lain. Aku punya beberapa mobil dengan bentuk dan warna yang sama. Jadi bisa kugunakan sebagai pengalihan saat aku ketahuan. Yah, meskipun ini pertama kalinya aku ketahuan.”
Aku benar-benar bodoh. Bisik satoru. Ia mengingat lagi bagaimana ia selalu bercerita banyak hal pada wali kelasnya tersebut dan ternyata ia menceritakan semuanya pada si pembunuh itu sendiri. Ia juga ingat kalau di daftar orang yang dicurigai oleh pak Sawada salah satunya ada nama Manabu Yashiro. Tapi ia benar-benar tidak menyangka dan mengabaikan nama itu.
 Karena aku terlalu percaya pada Yashiro, aku jadi membuang kecurigaanku .Tapi..” Satoru menatap Yashiro dengan penuh kebencian dan amarah. Ia kembali mengingat bagaimana ibunya dibunuh oleh pembunuh itu di masa depan. …..pembunuh itu ada di depanku! Dia adalah Yashiro!
Boku Dake ga Inai Machi
Pria itu mempercepat laju mobilnya dan berhenti di suatu tempat yang begitu sepi dan tak ada satu orangpun. Satoru berusaha membuka sabuk pengamannya, tapi tidak bisa.
“Itu takkan bisa dilepaskan.” Cecar Yashiro.
Salju pertama tampak turun diluar sana.
“Satoru, hingga saat ini aku masih belum bisa percaya. Kau bisa mengantisipasi rencanaku dan menghancurkannya. Sejujurnya aku kagum kau bisa membuatku sampai terpojok seperti ini.” Pria itu mendekat kearah Satoru. “Rasanya kau seperti melihat masa depan.”
Boku Dake ga Inai Machi
Yashiro kemudian keluar dari mobil itu dan meninggalkan Satoru sendiri di dalamnya.
Satoru terus mencoba membuka sabuk pengamannya. Sia-sia.
“Aku tak ingin ada yang mengganjal lagi, jadi biar kuperjelas ini padamu. Apa yang kulakukan ini bukanlah balas dendam karena kau menganggu rencanaku. Aku sungguh sangat mengagumimu. Aku ingin kau menganggap ini sebagai bayaran atas tak bisa terpenuhinya keinginanku.”
“Yashiro, aku takkan mati sampai melihatmu hancur!” teriak Satoru.
“Keinginanmu terlalu tinggi!”
Ia tersenyum. Kemudian mobil itu bergerak dan melaju sendiri ke arah sungai. Sementara Yashiro menjauhi tempat itu dengan senyuman.
Boku Dake ga Inai Machi
“Yashiro! Aku mengetahui masa depanmu!” teriak Satoru untuk yang terakhir kalinya.
Air mulai memenuhi seluruh isi mobil. Satoru tidak bisa berkata-kata lagi.
Ibu… teman-teman…Kayo… Airi.
Semuanya gelap.